Pendapatan: Pengertian dan Pengakuan

Pengertian

Dalam SFAC No. 6, FASB mendefinisi pendapatan sebagai berikut:

Revenues are inflows or other enhancements of assets of an entity or settlement of its liabilities (or combination of both) from delivering or producing goods, rendering services, or other activities that constitute the entity’s ongoing major or central operations.

Menurut Paton dan Littleton (1970) mengkarakterisasi pendapatan sebagai berikut:

Revenue is the product of the enterprise, measured by the amount of new assets received from customers; … Stated in terms of assets the revenue of the enterprise is represented, finally, by the flow of funds from the customers or patrons in exchange for the product of the business, either commodities or services

Sedangkan menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam Standar Akuntansi Keuangan (2002) mengadopsi definisi pendapatan dari International Accounting Standard Committee (IASC) yang memasukkan pendapatan (revenue) sebagai unsur penghasilan (income):

Income is increases in economic benefits during the accounting period in the form of inflows or enhancements of assets or decreases of liabilities that result in increases in equity, other than those relating to equity participants.

The definition of Income ecompasses both revenue and gains. Revenue arises in the course of the ordinary activities of an enterprise and its referred to by a variety of different names including sales, fees, interests, dividends, royalties, and rents.

Dari beberapa definisi diatas maka bisa disimpulkan bahwa yang membentuk pengertian pendapatan adalah:

  1. Aliran masuk atau kenaikan aset.
  2. Kegiatan yang merepresentasi operasi utama atau sentral yang terus menerus.
  3. Pelunasan, penurunan, atau pengurangan kewajiban.
  4. Suatu entitas (terpisah dengan pemilik, yang berarti menganut konsep satu kesatuan usaha).
  5. Produk perusahaan.
  6. Pertukaran produk.
  7. Menyandang beberapa nama atau mengambil beberapa bentuk (bunga, dividen, royalti, dsb).
  8. Mengakibatkan kenaikan ekuitas.

Namun karakter utama dari pendapatan tercakup pada poin 1 dan 2, poin 3 hingga 8 merupakan penjabaran atau konsukuensi saja. Lebih lanjut pada FASB dijelaskan perbaedaan antara pendapatan (revenue) dengan untung (gains), sementara IAI tidak membedakan untung dan pendapatan, keduanya digabung menjadi satu dalam penghasilan (income), adapun beberapa karakteristik untung, antara lain:

  1. Kenaikan ekuitas (aset bersih)
  2. Transaksi periferal atau insidental.
  3. Selain yang berupa pendapatan atau investasi pemilik.

FASB menyatakan bahwa pembedaan antara pendapatan dan untung lebih untuk kepentingan penyajian atas dasar sumbernya daripada membedakan secara tegas karakteristik pendapatan dan untung.

Pengakuan

Merupakan pencatatan jumlah rupiah secara resmi ke dalam sistem akuntansi sehingga jumlah tersebut terrefleksi dalam statemen keuangan. Secara konseptual pendapatan hanya dapat diakui jika memenuhi kualitas keterukuran (measureability) yang terkait dengan masalah berapa jumlah rupiah produk tersebut dan keterandalan (reliability) yang terkait dengan obyektivitas dan dapat diuji kebenaran jumlah tersebut. Kualitas tersebut harus dioperasionalkan dalam bentuk kriteria pengakuan pendapatan (recognition criteria). Pendapatan belum terbentuk sebelum perusahaan melakukan kegiatan produktif, karena pendapatan belum terealisasi sebelum terjadinya penjualan yang nyata kepada pihak lain.

FASB mengajukan dua kriteria pengakuan pendapatan yang keduanya harus dipenuhi yaitu:

a. Terealisasi atau cukup pasti terealisasi, misal ketika barang atau jasa telah terjual.

b. Terbentuk/terhak (earned), misal ketika perusahaan telah menunaikan kewajibannya.

Jika kedua hal diatas harus dipenuhi, pertanyaan berikutnya kapan saat mengakui pendapatan? Berikut beberapa kaidah pengakuan (recognition rule):

1. Pada saat kontrak penjualan

Jika terjadi sebuah kontrak penjualan, pada titik ini pendapatan telah terealisasi tetapi belum terbentuk. Karena hanya satu kriteria yang dipenuhi, pendapataan tidak boleh diakui, pengakuan harus menunggu hingga proses penghimpunan selesai, yaitu di tahap penjualan, pembayaran dimuka diakui sebagai kewajiban.

2. Selama proses produksi secara bertahap

Dalam industri tertentu, pembuatan produk memerlukan waktu yang cukup lama, seperti pada industri konstruksi. Dalam hal ini pengakuan pendapatan dapat diakui secara bertahap sejalan dengan kemajuan proses produksi atau yang disebut metode persentase penyelesaian (percentage-of-completition) atau sekaligus ketika proyek selesai dan diserahkan (completed contract method).

3.  Pada saat produksi selesai

Jika sebelumnya telah ada kontrak maka kedua kriteria telah dipenuhi ketika produk selesai, pendapatan bisa diakui, namun jika tidak ada kontrak sebelumnya maka hanya salah satu kriteria saja yang terpenuhi. Namun dalam industri ekstraktif (pertambangan) termasuk pertanian, yang mempunyai pasar yang cukup luas dan harga yang sudah pasti (berapapun jumlahnya pasti akan terserap oleh pasar), pendapatan dapat diakui ketika produk telah selesai diproduksi.

4.  Pada saat penjualan

Pengakuan ini merupakan dasar yang paling umum karena pada saat penjualan, kriteria penghimpunan dan relisasi telah terpenuhi.

5.  Pada saat kas terkumpul

Pengakuan ini lebih bersifat ke akuntansi basis kas (cash basis). Pengakuan dasar kas digunakan untuk transaksi penjualan yang barang atau jasanya telah diserahkan/dilaksanakan tetapi kasnya baru akan diterima secara berkala dalam waktu yang cukup panjang. Hal ini terkadang terjadi karena adanya ketidakpastian terhadap kolektibilitas atau ketertagihan utang, maka dari itu pendapatan diakui sejumlah kas yang diterima pada akhir periode.

Saat atau kaidah pengakuan (recognition rule) pendapatan di atas merupakan ketentuan pada level penetap standar. Agar dapat dilaksanakan di level perusahaan, kaidah tersebut harus dijabarkan dalam bentuk kebijakan akuntansi atau prosedur akuntansi (accounting manual) untuk menentukan kegiatan internal yang dapat dijadikan tanda atau pemicu pengakuan pendapatan.

About these ads

One thought on “Pendapatan: Pengertian dan Pengakuan

  1. Hafa Maniez

    selamat siang, bleh mnta tlong. saya mau bertanya seperti apa karakteristik pengakuan pendapatan antara sebelum dan sesudah penerapan ifrs, dan dimana letak perbedaannya?. terimakasih sebelumnya, bantuan anda akan sangat membantu saya dalam menyusun skripsi saya,

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s