<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sijenius's Weblog</title>
	<atom:link href="http://sijenius.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sijenius.wordpress.com</link>
	<description>Me and World In My Head</description>
	<lastBuildDate>Sun, 04 Oct 2009 15:58:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='sijenius.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/bf19bfad1c339240ff57ccb64f2cbe40?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sijenius's Weblog</title>
		<link>http://sijenius.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Model Kesuksesan Sistem Teknologi Informasi DeLone &amp; McLean: Kritik dan Pengembangan</title>
		<link>http://sijenius.wordpress.com/2009/10/04/model-kesuksesan-sistem-teknologi-informasi-delone-mclean-kritik-dan-pengembangan/</link>
		<comments>http://sijenius.wordpress.com/2009/10/04/model-kesuksesan-sistem-teknologi-informasi-delone-mclean-kritik-dan-pengembangan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 15:56:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sijenius</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sistem Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[dampak individual]]></category>
		<category><![CDATA[dampak organisasional]]></category>
		<category><![CDATA[DeLone & McLean]]></category>
		<category><![CDATA[individual impact]]></category>
		<category><![CDATA[information quality]]></category>
		<category><![CDATA[intention to use]]></category>
		<category><![CDATA[kepuasan pemakai]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas informasi]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas jasa]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas sistem]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat bersih]]></category>
		<category><![CDATA[model kesuksesan teknologi informasi]]></category>
		<category><![CDATA[net benefits]]></category>
		<category><![CDATA[organizational impact]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan sistem]]></category>
		<category><![CDATA[Seddon]]></category>
		<category><![CDATA[service quality]]></category>
		<category><![CDATA[Siammese Twin]]></category>
		<category><![CDATA[system quality]]></category>
		<category><![CDATA[updated model DeLone & McLean]]></category>
		<category><![CDATA[use]]></category>
		<category><![CDATA[user satisfaction]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sijenius.wordpress.com/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Model Dasar
Kehadiran sistem teknologi informasi telah memberikan begitu banyak pengaruh terhadap sebuah organisasi, bukan hanya organisasi namun pengaruh tersebut meluas hingga proses bisnis dan transaksi organisasi. Namun apakah semua sistem teknoogi informasi yang diterapkan  pada organisasi dapat dikategorikan sukses? Lalu bagaimana organisasi dapat mengetahui kesuksesan sistem teknologi informasi yang diterapkan dan bagaimana membuat sistem teknologi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sijenius.wordpress.com&blog=3948747&post=153&subd=sijenius&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Model Dasar</strong></p>
<p>Kehadiran sistem teknologi informasi telah memberikan begitu banyak pengaruh terhadap sebuah organisasi, bukan hanya organisasi namun pengaruh tersebut meluas hingga proses bisnis dan transaksi organisasi. Namun apakah semua sistem teknoogi informasi yang diterapkan  pada organisasi dapat dikategorikan sukses? Lalu bagaimana organisasi dapat mengetahui kesuksesan sistem teknologi informasi yang diterapkan dan bagaimana membuat sistem teknologi informasi menjadi sukses.</p>
<p>Banyak penelitian telah dilakukan untuk mengidentifikasikan faktor-faktor yang menyebabkan kesuksesan sistem teknologi informasi. Salah satu penelitian yang terkenal di area ini adalah penelitian yang dilakukan oleh DeLone &amp; McLean (1992). Model kesuksesan sistem teknologi informasi yang dikembankan oleh DeLone &amp; McLean (1992) ini cepat mendapat tanggapan. Salah satu sebabnya adalah model mereka merupakan model yang sederhana tetapi dianggap cukup valid.</p>
<p>Model yang baik adalah model yang lengkap tetapi sederhana. Model semacam ini disebut dengan model yang parsimoni. Berdasarkan teori-teori dan hasil penelitian sebelumnya yang telah dikaji, DeLone &amp; McLean (1992) kemudian mengembangkan suatu model parsimoni yang mereka sebut dengan nama model kesuksesan sistem informasi DeLone &amp; McLean <em>(D&amp;M Information System Success Model)</em> sebagai berikut ini:</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-155" title="Untitled-2" src="http://sijenius.files.wordpress.com/2009/10/untitled-21.jpg?w=500&#038;h=139" alt="Untitled-2" width="500" height="139" /></p>
<p align="center">Gambar 1. Model DeLone &amp; McLean (1992)</p>
<p>Model yang diusulkan ini merefleksi ketergantungan dari enam pengukuran kesuksesan sistem informasi. Keenam elemen atau faktor atau komponen atau pengukuran dari model ini adalah:</p>
<ol>
<li>Kualitas system <em>(system quality)</em></li>
<li>Kualitas informasi <em>(information quality)</em></li>
<li>Penggunaan <em>(use)</em></li>
<li>Kepuasan pemakai <em>(user satisfaction)</em></li>
<li>Dampak individual <em>(individual impact)</em></li>
<li>Dampak organisasional <em>(organizational impact)</em></li>
</ol>
<p>Model kesuksesan ini didasarkan pada proses dan hubungan kausal dari dimensi-dimensi di model. Model ini tidak mengukur ke enam dimensi pengukuran kesuksesan sistem informasi secara independen tetapi mengukurnya secara keseluruhan satu mempengaruhi yang lainnya.</p>
<p>Pertimbangan proses berargumentasi bahwa suatu sistem terdiri dari beberapa proses, yaitu satu proses mengikuti proses yang lainnya.</p>
<p>Berbeda dengan model proses, model kausal <em>(model causal)</em> atau disebut juga dengan model varian <em>(variance model)</em> berusaha untuk menjelaskan kovarian <em>(covariance)</em> dari elemen-elemen model untuk menentukan apakah variansi dari satu elemen dapat dijelaskan oleh variansi dari elemen-elemen lainnya atau dengan kata lain untuk menentukan apakah terjadi hubungan kausal diantara mereka. Model kausal ini menunjukkan bagaimana arah hubungan satu elemen dengan elemen lain apakah menyebabkan lebih besar (mempunyai pengaruh positif) atau lebih kecil (mempunyai pengaruh negatif).</p>
<p><span id="more-153"></span>Dari model proses dan kausal ini, maka dapat dijelaskan bahwa kualitas sistem <em>(system quality)</em> dan kualitas informasi <em>(information quality)</em> secara mandiri dan bersama-sama mempengaruhi baik penggunaan <em>(use)</em> dan kepuasan pemakai <em>(user satisfaction)</em>. Besarnya penggunaan <em>(use)</em> dapat mempengaruhi kepuasan pemakai <em>(user satisfaction)</em> secara positif atau negatif. Penggunaan <em>(use)</em> dan kepuasan pemakai <em>(user satisfaction)</em> mempengaruhi dampak individual <em>(individual impact)</em> dan selanjutnya mempengaruhi dampak organisasional <em>(organizational impact)</em>.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Kritik Seddon (1997)</strong></p>
<p>Model DeLone &amp; Mclean (1992) banyak mengundang perhatian dari para peneliti, salah satunya adalah Peter B. Seddon yang melontarkan kritik terhadap model yang diajukan oleh DeLone &amp; Mclean. Menurut Seddon  (1997) masalah utama dari model D&amp;M (DeLone &amp; McLean) adalah mencoba mengkombinasikan proses dan penjelasan kausal dari kesuksesan sistem informasi di model mereka. Dengan demikian model mereka tercampur antara model proses <em>(process model)</em> dan model varian <em>(variance model)</em>.</p>
<p>Model varian <em>(variance model)</em> dapat diuji secara empiris dengan mengumpulkan data dalam bentuk sampel, mengukur variabel-variabelnya dan menggunakan teknik statistik seperti regresi, SEM dan lain sebagainya, untuk menginferensi poulasinya.</p>
<p>Secara kontras, model proses <em>(process model)</em> menunjukkan kombinasi tertentu dari kejadian-kejadian <em>(events)</em> dalam urutan-urutan tertentu yang mengakibatkan suatu hasil <em>(outcomes)</em>. Model proses dan model varian mengandung konsep yang berbeda dan tidak dapat digabungkan dengan arti yang sama begitu saja.</p>
<p>Lebih lanjut, Seddon (1997) mengatakan bahwa kotak-kotak dan arah panah di model D&amp;M dapat diintepretasikan keduanya yaitu suatu varian dan suatu kejadian di dalam proses. Dalam usaha mengatasi kesulitan-kesulitan di model D&amp;M ini, Seddon (1997) mencoba melakukan spesifikasi ulang dan mengembangkan sedikit versi dari model D&amp;M. Model yang dispesifikasi ulang ini tetap mempertahankan fitur-fitur di model D&amp;M tetapi menghilangkan kebingungan yang disebabkan oleh arti ganda dari kotak-kotak dan arah-arah panahnya. Spesifikasi ulang ini dilakukan dengan memecah model D&amp;M menjadi dua submodel-submodel varian (yaitu <em>Use</em> dan <em>Success</em>) dan menghilangkan intepretasi model proses.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-156" title="Untitled-3" src="http://sijenius.files.wordpress.com/2009/10/untitled-3.jpg?w=500&#038;h=401" alt="Untitled-3" width="500" height="401" /></p>
<p align="center">Gambar 2. Model Seddon (1997) yang menggabungkan dua model varian</p>
<p><strong>Keterangan :</strong></p>
<p>Kotak-kotak segi empat = Model kesuksesan SI</p>
<p>Kotak-kotak oval              = Model keperilakuan parsial dari penggunaan SI</p>
<p>Panah garis penuh           = Kausalitas independen (perlu dan cukup)</p>
<p>Panah garis putus-putus= Pengaruh (bukan kausal, karena tujuan pengamat tidak diketahui)</p>
<p><strong>Kritik Kembar Siam: Alter (1999)</strong></p>
<p>Mengukur efektivitas suatu sistem informasi ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Alter (1999) berargumentasi bahwa pengukuran efektivitas suatu sistem informasi belum tentu mengukur efektivitas suatu sistem informasi itu sendiri. Alasannya adalah karena suatu sistem informasi tidak dapat dilepaskan dengan sistem kerja yang didukungnya. Pengukuran efektivitas sistem informasi dapat tercampur dengan efektivitas kerjanya dan pengamat yang menilai sistem ini dapat menilai sistem informasi dan sistem kerja dengan tumpang tindih dengan hasil evaluasi yang berbeda.</p>
<p>Suatu sistem kerja adalah suatu sistem yang mana partisipasi-partisipasi manusia dengan mesin-mesin melakukan suatu proses bisnis menggunakan informasi, teknologi, dan sumber-sumber lainnya untuk memproduksi produk-produk dan atau jasa-jasa untuk pelanggan-pelanggan internal atau eksternal. Dengan definisi ini, perangkat lunak, komputer-komputer, dan bentuk-bentuk teknikal lainnya adalah teknologi yang digunakan oleh sistem kerja, tetapi mereka bukan sistem yang dimaksudkan.</p>
<p>Sedangkan sistem informasi adalah suatu tipe khusus dari sistem kerja yang fungsi khusus dari sistem kerja yang fungsi internalnya terbatas pada pemrosesan informasi dan melakukan enam tipe operasi: menangkap <em>(capturing)</em>, mentransmisikan <em>(transmitting)</em>, menyimpan <em>(storing)</em>, mengambil <em>(retrieving)</em>, memanipulasi <em>(manipulating)</em>, dan menampilkan <em>(displaying)</em> informasi.</p>
<p>Sistem-sistem informasi dan sistem-sistem kerja yang didukungnya semakin menjadi kembar siam terkait. Menurut Alter (1999) mengabaikan sistem-sistem kerja yang didukungnya, sistem-sistem informasi tidak akan mempunyai arti.</p>
<p>Analogi menggunakan kembar siam ini tampaknya berlebihan, tetapi cukup berguna untuk pemahaman kemungkinan-kemungkinan hubungan antara sistem informasi dan sistem kerja yang didukungnya. Analogi ini juga relevan.</p>
<p>Beberapa tahun yang lalu, kedua sistem ini tidak begitu <em>overlap</em> dengan sistem informasi yang menyediakan atau menerima informasi dari sistem kerja tetapi tidak menjadi bagian integral darinya. Tren mengarah ke komputasi interaktif di sepuluh tahun terakhir membuat hubungan kedua sistem ini  menjadi komplek karena tumpang tindih keduanya meningkat.</p>
<p><strong>Tanggapan Kritik: Pembaruan Model</strong></p>
<p>Menanggapi kritik Seddon (1997) yang menyatakan bahwa proses dan kausal adalah dua konsep yang berbeda dan membingungkan untuk digabungkan. DeLone &amp; McLean (2003) menyetujui kritik ini.</p>
<p>Pembuatan dari model kesuksesan sistem informasi D&amp;M <em>(D&amp;M Information Success Model)</em> dipicu oleh suatu proses pembuatan informasi dan dampak dari penggunaan sistem informasinya. DeLone &amp; McLean mendasarkan modelnya pada model proses yang terdiri dari tiga komponen proses, yaitu:</p>
<ol>
<li>Pembuatan dari suatu sistem informasi</li>
<li>Penggunaan sistem informasi tersebut</li>
<li>Konsekuensi atau dampak dari penggunaan sistem</li>
</ol>
<p>Masing-masing dari proses-proses ini diperlukan <em>(necessary)</em>, tetapi masih belum cukup <em>(not sufficient)</em> untuk suatu kondisi supaya dapat memberikan hasil <em>(outcome)</em>.</p>
<p>Kritik lainnya oleh Seddon (1997), tentang pemakaian sistem <em>(system use)</em> adalah suatu perilaku <em>(behavior)</em>, sehingga harus dikeluarkan sebagai pengukur sukses dari model kausal. DeLone &amp; McLean (2003) tidak sependapat dengan kritik ini. Mereka berargumentasi bahwa pemakaian sistem <em>(use)</em> harus mendahului dampak dan manfaat, mereka percaya bahwa pemakaian sistem merupakan pengukur yang tepat untuk mengukur sukses di kebanyakan kasus. Kenyataannya pemakaian sistem (system use atau system usage masih digunakan di banyak riset-riset empiris dan berlanjut dikembangkan dan diuji oleh peneliti-peneliti sistem informasi.</p>
<p>DeLone &amp; McLean (2003) lebuh lanjut mengatakan bahwa permasalahan dengan menggunakan pemakaian sistem <em>(use)</em> sebagai pengukur kesuksesan adalah pada definisinya yang terlalu sederhana tanpa memperhatikan sifat dari penggunaannya.</p>
<p>Telah banyak perubahan peran sistem informasi selama 10 tahun sejak DeLone &amp; McLean pertama kali dikenalkan. Dengan mengkaji lebih dari 100 artikel yang dipublikasikan di jurnal-jurnal sistem informasi terkenal seperti <em>Information System research, Journal of Management Information Systems,</em> dan <em>MIS Quarterly</em> sejak tahun 1993, DeLone &amp; McLean (2003) memperbaiki modelnya dan mengusulkan model yang sudah dimukhtakhirkan terutama untuk digunakan di e-commerce yang merupakan aplikasi yang belum banyak muncul di model awal.</p>
<p>Dari kontribusi-kontribusi penelitian-penelitian sebelumnya dan akibat perubahan-perubahan dari peran dan penanganan sistem informasi yang telah berkembang, DeLone &amp; McLean (2003) memperbarui modelnya dan menyebutnya sebagai model kesuksesan sistem informasi D&amp;M yang diperbarui <em>(updated D&amp;M IS Success model)</em>. Hal-hal yang diperbarui ini adalah sebagai berikut ini.</p>
<ol>
<li>Menambah dimensi kualitas pelayanan <em>(service quality)</em> sebagai tambahan dari dimensi-dimensi kualitas yang sudah ada, yaitu kualitas sistem <em>(system quality)</em> dan kualitas informasi <em>(information quality)</em>.</li>
<li>Menggabungkan dampak individual <em>(individual impact)</em> dan dampak organisasional <em>(organizational impact)</em> menjadi satu variabel yaitu manfaat-manfaat bersih <em>(net benefits)</em>. Alasan terjadinya penggabungan adalah dampak dari sistem informasi yang dipandang sudah meningkat tidak hanya dampaknya pada pemakai individual dan organisasi saja, tetapi dampaknya sudah ke grup pemakai, ke antar organisasi, konsumer, pemasok, sosial bahkan ke negara. Tujuan penggabungan ini adalah untuk menjaga model tetap sederhana <em>(parsimony)</em>.</li>
<li>Menambahkan dimensi minat memakai <em>(intention to use)</em> sebagai alternatif dari dimensi pemakaian <em>(use)</em>. DeLone &amp; McLean (2003) mengusulkan pengukuran alternatif, yaitu minat memakai <em>(intention to use)</em>. Minat memakai adalah suatu sikap <em>(attitude)</em>, sedang pemakaian <em>(use)</em> adalah suatu perilaku <em>(behavior)</em>. DeLone &amp; McLean (2003) juga berargumentasi dengan mengganti pemakaian <em>(use)</em> memecahkan masalah yang dikritik oleh Seddon (1997) tentang model proses lawan model kausal.</li>
</ol>
<p>Dengan adanya beberapa penambahan variabel pada model, maka model DeLone &amp; McLean yang telah diperbarui (2003) nampak sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-157" title="Untitled-1" src="http://sijenius.files.wordpress.com/2009/10/untitled-1.jpg?w=499&#038;h=271" alt="Untitled-1" width="499" height="271" />Gambar 3. Model kesuksesan sistem informasi DeLone &amp; McLean diperbarui</p>
 Tagged: dampak individual, dampak organisasional, DeLone &amp; McLean, individual impact, information quality, intention to use, kepuasan pemakai, kualitas informasi, kualitas jasa, kualitas sistem, manfaat bersih, model kesuksesan teknologi informasi, net benefits, organizational impact, penggunaan sistem, Seddon, service quality, Siammese Twin, system quality, updated model DeLone &amp; McLean, use, user satisfaction <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sijenius.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sijenius.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sijenius.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sijenius.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sijenius.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sijenius.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sijenius.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sijenius.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sijenius.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sijenius.wordpress.com/153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sijenius.wordpress.com&blog=3948747&post=153&subd=sijenius&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sijenius.wordpress.com/2009/10/04/model-kesuksesan-sistem-teknologi-informasi-delone-mclean-kritik-dan-pengembangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e26db31b2c8212a6397a22f8b25a94c?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">sijenius</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sijenius.files.wordpress.com/2009/10/untitled-21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Untitled-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sijenius.files.wordpress.com/2009/10/untitled-3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Untitled-3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sijenius.files.wordpress.com/2009/10/untitled-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Untitled-1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aktivitas Bisnis dalam Laporan Keuangan (Dasar Analisis Bisnis)</title>
		<link>http://sijenius.wordpress.com/2009/05/08/aktivitas-bisnis-dalam-laporan-keuangan-dasar-analisis-bisnis/</link>
		<comments>http://sijenius.wordpress.com/2009/05/08/aktivitas-bisnis-dalam-laporan-keuangan-dasar-analisis-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 May 2009 10:30:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sijenius</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[analisis bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[laporan keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sijenius.wordpress.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Aktivitas bisnis
Sebuah Perusahaan menjalankan berbagai aktivitas untuk menyediakan produk dan jasa yang dapat dijual dan menghasilkan pengembalian investasi yang memuaskan. Laporan keuangan perusahaan berikut pengungkapannya menginformasikan empat aktivitas utama perusahaan: perencanaan, pendanaan, investasi, dan operasi. Masing-masing aktivitas bisnis utama ini penting untuk dipahami sebelum kita dapat menganalisis laporan keuangan perusahaan secara efektif.

Aktivitas    [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sijenius.wordpress.com&blog=3948747&post=144&subd=sijenius&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><img class="alignright size-medium wp-image-146" title="dollars460" src="http://sijenius.files.wordpress.com/2009/05/dollars4601.jpg?w=210&#038;h=126" alt="dollars460" width="210" height="126" />Aktivitas bisnis</strong></p>
<p>Sebuah Perusahaan menjalankan berbagai aktivitas untuk menyediakan produk dan jasa yang dapat dijual dan menghasilkan pengembalian investasi yang memuaskan. Laporan keuangan perusahaan berikut pengungkapannya menginformasikan empat aktivitas utama perusahaan: perencanaan, pendanaan, investasi, dan operasi. Masing-masing aktivitas bisnis utama ini penting untuk dipahami sebelum kita dapat menganalisis laporan keuangan perusahaan secara efektif.</p>
<ul>
<li><strong>Aktivitas      Perencanaan</strong></li>
</ul>
<p>Sasaran dan tujuan perusahaan terdapat dalam rencana bisnis <em>(Business Plan)</em> yang mendiskripsikan maksud dan tujuan perusahaan, strategi, dan taktik untuk aktivitasnya. Rencana bisnis membantu manajer untuk memusatkan usaha mereka dan mengidentifikasi kesempatan dan rintangan yang diharapkan. Pandangan ke dalam rencana bisnis sangat membantu analisis lingkungan bisnis dan strategi. Mencari informasi tentang tujuan perusahaan dan taktiknya, permintaan pasar, analisis kompetitif, strategi penjualan (penetapan harga, promosi dan distribusi), kinerja manajemen, dan proyeksi keuangan.</p>
<p>Dua sumber informasi penting tentang rencana bisnis perusahaan adalah pada sambutan Presiden Direktur serta <em>Management’s Discussion Analysis (MD&amp;A)</em>. Analisis laporan keuangan membantu kita mengestimasi tingkat risiko, atau ketidakpastian, dan menghasilkan keputusan yang lebih baik dan lebih terinformasi.</p>
<ul>
<li><strong>Aktivitas      Pendanaan</strong></li>
</ul>
<p>Aktivitas pendanaan <em>(financing activities)</em> adalah metode yang digunakan dalam perusahaan untuk mendapatkan uang guna membayar kebutuhan-kebutuhan perusahaan. Terdapat dua sumber pendanaan eksternal yaitu investor ekuitas (pemilik atau pemegang saham) dan kreditor (pemberi pinjaman). Keputusan tentang komposisi aktivitas pendanaan tergantung pada kondisi di pasar keuangan. Pasar keuangan merupakan sumber potensial untuk pendanaan. Investor menyediakan pendanaan dengan harapan mendapatkan pengembalian atas investasi, setelah mempertimbangkan pengembalian yang diharapkan <em>(expected return)</em> dan risiko.</p>
<p>Pengembalian <em>(return)</em> adalah bagian dari investor ekuitas atas laba atau reinvestasi laba. Distribusi laba (earning distribution) adalah pembayaran dividen kepada pemegang saham. Dividen dapat dibayar langsung dalam bentuk tunai atau dividen saham, atau secara tidak langsung melalui pembelian kembali saham. Pembayaran dividen (dividend payout) mengacu pada proporsi laba yang didistribusikan, yang sering dinyatakan dalam rasio atau prosentase, yaitu rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio).</p>
<p>Reinvestasi laba <em>(earnings reinvestment)</em> atau laba ditahan mengacu pada penahanan laba dalam perusahaan untuk digunakan dalam bisnis perusahaan; yang disebut pula pendanaan internal <em>(internal financing)</em>. Reinvestasi laba sering diukur dengan rasio penahanan. Rasio laba ditahan <em>(earnings retention ratio)</em> mencerminkan proporsi laba ditahan, yang didefinisikan sebagai satu dikurangi <em>dividend payout ratio</em>.</p>
<p><span id="more-144"></span>Selain dari investor, perusahaan juga bias memperoleh pendanaan dari kreditor. Terdapat dua jenis kreditor: (1) kreditor hutang, yang secara langsung meminjamkan uang kepada perusahaan, dan (2) kreditor operas, yang meminjamkan uang kepada perusahaan sebagai bagian dari operasinya. Pendanaan hutang sering terjadi melalui pinjaman (loan) atau melalui penerbitan efek seperti obligasi. Pemberi hutang meliputi organisasi seperti bank, institusi simpan pinjam, dan institusi keuangan atau non keuangan lainnya. Pendanaan kreditor berbeda dengan pendanaan ekuitas dalam hal perjanjian atau kontrak, yang umumnya mensyaratkan pembayaran kembali pinjaman dengan bunga pada tanggal tertentu. Bunga tidak selalu dinyatakan dalam kontrak tersebut melainkan secara implicit. Periode pinjaman bervariasi dan tergantung pada keinginan kreditor dan perusahaan. Pinjaman dapat berjangka waktu 50 tahun atau lebih, atau kurang dari seminggu.</p>
<p>Seperti investor ekuitas, kreditor berkepentingan atas pengembalian dan risiko, namun berbeda dari investor ekuitas, pengembalian kreditor umumnya ditentukan dalam kontrak pinjaman. Sedangkan pengembalian dari investor ekuitas tidak dijamin dan tergantung pada tingkat laba di masa depan. Risiko kreditor adalah kemungkinan kegagalan perusahaan untuk membayar kembali pinjaman dan bunga.</p>
<ul>
<li><strong>Aktivitas      Investasi</strong></li>
</ul>
<p>Aktivitas investasi (<em>investing activities</em>) mengacu pada perolehan dan pemeliharaan investasi dengan tujuan menjual produk dan menyediakan jasa, dan untuk tujuan menginvestasikan kelebihan kas. Investasi dalam tanah, bangunan, peralatan, haklegal (paten, lisensi, hak cipta), persediaan, modal tenaga kerja (manajer dan karyawan), sistem informasi, dan aktiva sejenis adalah untuk menjalankan operasi bisnis perusahaan. Aktiva-aktiva ini disebut sebagai aktiva operasi <em>(operating assets)</em>. Perusahaan juga sering secara temporer atau permanen menginvestasikan kelebihan kasnya dalam bentuk efek seperti saham ekuitas perusahaan lain, obligasi perusahaan dan pemerintah, dan reksa dana. Aktiva ini disebut aktiva keuangan <em>(financial assets)</em>.</p>
<p>Informasi aktivitas pendanaan dan investasi membantu kita mengevalusasi kinerja bisnis. Perhatikan bahwa nilai investasi selalu sama dengan nilai pendanaan yang diperoleh. Kelebihan pendanaan yang tidak diinvestasikan dilaporkan sebagai kas (atau aktiva non kas lainnya). Jumlah komposisi investasi tiap perusahaan berbeda-beda. Banyak perusahaan membutuhkan investasi dalam jumlah sangat besar untuk memperoleh, mengembangkan, dan menjual produk mereka, sementara perusahaan memerlukan sedikit investasi. Besarnya investasi tidak menentukan kesuksesan perusahaan dalam menjalankan operasinya yang menentukan laba dan pengembaliasn kepada pemilik.</p>
<p>Keputusan investasi melibatkan beberapa faktor seperti jenis investasi yang diperlukan (termasuk intensitas teknologi dan tenaga kerja), jumlah yang dibutuhkan, waktu perolehan, lokasi aktiva, dan perjanjian kontraktual (beli, sewa, dan sewa guna usaha). Seperti aktivitas pendanaan, keputusan aktivitas investasi menentukan struktur organisasi perusahaan (sentralisasi atau desentralisasi), memengaruhi pertumbuhan, dan memengaruhi risiko operasi. Investasi dalam aktiva jangka pendek disebut aktiva lancar <em>(current assets)</em>. Aktiva ini diharapkan terkonversi menjadi kas jangka pendek. Investasi dalam aktiva jangka panjang disebut aktiva tak lancar <em>(noncurrent assets)</em>.</p>
<ul>
<li><strong>Aktivitas      Operasi</strong></li>
</ul>
<p>Aktivitas operasi <em>(operating activities)</em> mencerminkan pelaksanaan rencana bisnis yang terdapat dalam aktivitas pendanaan dan aktivitas investasi. Aktivitas operasi melibatkan lima komponen yaitu penelitian dan pengembangan (litbang), pembelian, produksi, pemasaran, dan administrasi.</p>
<p>Aktivitas operasi perusahaan merupakan sumber utama laba perusahaan. Laba mencerminkan kesuksesan perusahaan dalam membeli dari pasar input dan menjual dalam pasar output.</p>
<p><strong>Laporan Keuangan Mencerminkan Aktivitas Bisnis</strong></p>
<p>Pada akhir periode (kuartal atau tahunan) laporan keuangan disiapkan untuk melaporkan aktivitas pendanaan dan investasi pada saat tersebut, dan untuk meringkas aktivitas operasi selama periode sebelumnya. Laporan keuangan pada umumnya terdiri dari beberapa laporan berikut.</p>
<p><strong>1. </strong><strong>Neraca <em>(balance sheet)</em></strong></p>
<p>Persamaan akuntansi (disebut juga dengan identitas neraca) merupakan dasar sistem akuntansi: Aktiva =  Kewajiban + Ekuitas. Sisi kiri persamaan ini terkait dengan sumber daya yang dikendalikan perusahaan, atau aktiva.</p>
<p>Aktiva merupakan investasi yang diharapkan untuk menghasilkan laba di masa depan melaluiaktivitas operasi. Untuk menjalankan operasi, perusahaan membutuhkan pendanaan untuk membiayainya. Sisi kanan persamaan ini mengidentifikasi sumber pendanaan.</p>
<p>Kewajiban <em>(liability)</em> merupakan pendanaan dari kreditor dan mewakili kewajiban perusahaan, atau klaim kreditor atas aktiva.</p>
<p>Ekuitas atau ekuitas pemegang saham <em>(shareholder’s equity)</em> merupakan total dari (1) pendanaan yang diinvestasikan atau dikontribusikan oleh pemilik (modal kontribusi) dan (2) akumulasi laba yang tidak dibagikan kepada pemilik (laba ditahan) sejak berdirinya perusahaan. Dari sudut pandang pemilik atau pemegang saham, ekuitas mencerminkan klaim mereka atas aktiva perusahaan. Sebuah cara yang sedikit berbeda untuk mendeskripsikan persamaan akuntansi dalam kaitannya dengan sumber dan penggunaan dana. Sisi kanan merupakan sumber dana (baik dari kreditor atau pemegang saham, maupun dihasilkan dari dalam perusahaan) dan sisi kiri merupakan penggunaan dana.</p>
<p>Aktiva dan kewajiban dipisahkan antara lancar dan tidak lancar. Aktiva lancar <em>(current asset)</em> diharapkan untuk terkonversi menjadi kas atau digunakan pada operasi dalam waktu satu tahun atau dalam siklus operasi, yang mana yang lebih panjang.</p>
<p>Kewajiban lancar <em>(current liabilities)</em> merupakan kewajiban perusahaan yang diharapkan terselesaikan dalam waktu satu tahun atau satu siklus operasi, yang mana yang lebih panjang. Selisih antara aktiva lancar dan kewajiban lancar disebut modal kerja <em>(working capital)</em>.</p>
<p>Sehingga dalam kaitannya dengan aktivitas bisnis persamaan akuntansi yang ditulis ulang, yaitu aktivitas investasi dan pendanaan: Total investasi = Total pendanaan; atau Total investasi = Pendanaan kreditor + Pendanaan pemilik.</p>
<p><strong>2. </strong><strong>Laporan laba rugi</strong></p>
<p>Laporan laba rugi mengukur kinerja keuangan perusahaan antara tanggal neraca laporan ini mencerminkan aktivitas operasi perusahaan. Laporan laba rugi menyediakan rincian pendapatan, beban, untung, dan rugi perusahaan untuk satu periode waktu.</p>
<p>Di bagian bawah, laba <em>(earnings)</em> atau laba bersih <em>(net income)</em> mengindikasikan profitabilitas perusahaan. Laba mencerminkan pengembalian kepada pemegang ekuitas untuk periode yang bersangkutan, sementara pos-pos dalam laporan merinci  bagaimana laba didapat. Laba merupakan perkiraan atas kenaikan (atau penurunan) ekuitas sebelum distribusi kepada dan kontribusi dari pemegang ekuitas. Agar dapat mengukur perubahan ekuitas dengan tepat, diperlukan definisi laba yang sedikit berbeda yang disebut pendapatan komprehensif <em>(comprehensive income).</em></p>
<p>Laporan laba rugi memuat beberapa indikator profitabilitas lainnya. Laba kotor <em>(gross profit)</em> yang disebut margin kotor <em>(gross margin)</em> merupakan selisih antara penjualan dan harga pokok penjualan. Laba kotor mengindikasikan seberapa jauh perusahaan mampu menutup biaya produknya. Indikator ini tidak relevan khususnya untuk perusahaan jasa dan teknologi, dimana biaya produksi hanyalah bagian kecil dari total biaya.</p>
<p><strong>3. </strong><strong>Laporan ekuitas pemegang saham</strong></p>
<p>Laporan perubahan ekuitas (<em>statement of shareholders equity</em>) menyajikan perubahan-perubahan pada pos-pos ekuitas. Laporan ini bermanfaat untuk mengidentifikasi alasan perubahan klaim pemegang ekuitas atas aktiva perusahaan.</p>
<p><strong>4. </strong><strong>Laporan arus kas</strong></p>
<p>Laba biasanya tidak sama dengan arus kas bersih, kecuali sepanjang hidup perusahaan. Karena akuntansi akrual menghasilkan angka yang berbeda dari akuntansi arus kas; dan kita mengetahui bahwa arus kas penting dalam pengambilan keputusan, diperlukan pelaporan atas kas masuk dan kas keluar. Laporan arus kas melaporkan arus kas masuk dan keluar bagi aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan perusahaan secara terpisah selama periode tertentu.</p>
<p>Informasi arus kas operasi, yang termuat dalam laporan arus kas mencakup konsep yang lebih luas. Laporan arus kas tidak hanya memfokuskan diri pada biaya dan penghasilan, melainkan juga berfokus pada kebutuhan kas pada aktivitas yang dilakukan perusahaan, seperti investasi pada piutang pelanggan dan persediaan. Laporan arus kas memfokuskan pada aspek likuiditas dan tidak mengukur profitabilitas, karena tidak mencakup pos-pos biaya dan penghasilan.</p>
<p>Sebagai pengukur kinerja, arus kas tidak mengalami distorsi dibandingkan dengan angka laba bersih. Hal ini terjadi karena sistem akrual yang menghasilkan angka laba bergantung pada akrual, defferal, alokasi dan penilaian, yang semuanya ini melibatkan subyektifitas yang lebih tinggi. Laporan arus kas disusun dengan tujuan untuk memberikan informasi historis mengenai perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan, dengan mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi dan pendanaan selama periode akuntansi tertentu.</p>
 Tagged: aktivitas bisnis, Akuntansi, analisis bisnis, laporan keuangan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sijenius.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sijenius.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sijenius.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sijenius.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sijenius.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sijenius.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sijenius.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sijenius.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sijenius.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sijenius.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sijenius.wordpress.com&blog=3948747&post=144&subd=sijenius&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sijenius.wordpress.com/2009/05/08/aktivitas-bisnis-dalam-laporan-keuangan-dasar-analisis-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e26db31b2c8212a6397a22f8b25a94c?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">sijenius</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sijenius.files.wordpress.com/2009/05/dollars4601.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dollars460</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>