Posted in Sistem Teknologi Informasi

Tesco: Applying Lean Logistics to Supply Chain Management

Rantai Tesco supermarket di Britain telah menjadi pioneer dalam hal perdagangan eceran lebih dari satu dekade. Pada pertengahan 1990an, seperti kita tahu bahwa kesempatan dari para pedagang eceran adalah tersedianya pasokan logistik. Graham Booth, Tesco supply chain management director (sekarang sudah pensiun), memiliki beberapa pemahaman mendalam yang sederhana: sistem pengisian kembali yang cepat dipicu oleh pelanggan yang dapat bekerja dalam beberapa format retail. Apa yang lebih, hal ini akan berkerja dengan baik jika memiliki sistem pengisian kembali yang sama, menggunakan pemasok yang sama, cross-dock distribution center, dan kendaraan yang melayani berbagai toko, dapat memasok setiap format toko eceran.

Booth melihat bahwa ada beberapa perbedaan kecil dalam biaya sesungguhnya dalam proses pemasokan item yang sama pada beberapa format toko, karena harga pembelian dari pemasok dapat dinegosiasi untuk keseluruhan jaringan kerja, bukan dengan format toko. Boot mendekati Dan Jones dan kelompok penelitinya pada sekolah bisnis Cardiff di Wales, dan bertanya bagaimana Tesco dapat memperoleh keuntungan dari metode pemasok logistik Toyota untuk mengurangi waktu dan tenaga/upaya dalam hal pemasokan barang dagang. Kemudian Dan Jones menganjurkan Booth untuk mengundang para petinggi Tesco untuk bertemu dengan opertation and supply chain directors dari Britvic, perusahaan yang memasok cola.

Pada tahun 1997, kelompok ini memulai kerja samanya untuk menyediakan alur persediaan cola ke konter toko grosiran melalui Tesco regional distribution center (RDC). Selama perjalanan kerjasamanya ada pertanyaan yang timbul dalam benak Jones dan timnya yaitu: mengapa produk hilang dari rak? Mengapa para penjual perlu untuk menata ulang produk yang baru datang dari truck dan berasal dari RDC? Mengapa sangat banyak persediaan yang dibutuhkan di belakang toko grosir, pada Tesco RDC, dan Britivic RDC? Mengapa ada gudang yang besar dekat pabrik pembotolan?

Dan dengan segera, perjalanan membuka mata mereka. Ketika Tesco dan Britvic directors menganalisa dari peta yang mereka gambar dari proses yang mereka jalankan, mereka dapat melihat adanya pemborosan pada setiap langkah seiring dengan kesempatan yang besar untuk menghemat biaya sementara meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan. Langkah pertama adalah untuk mengaitkan data point-of-sale dalam toko secara langsung untuk sebuha keputusan pengiriman dalam RDC Tesco. Langkah ini membuat pelanggan akhir pada checkout point dalam arus persediaan. Tesco kemudian menigkatkan frekuensi pengiriman ke toko eceran. Inovasi ini mengapuskan beberapa “sentuhan,” dimana para pekerja memindahkan cola dari palet yang besar ke troli, kemudian ke toko dan menyusunya ke rak-rak. Menggunakan strategi ini, Tesco mengemukakan untuk menciptakan perluasan jangkauan format, dimulai di Britain, jadi rumah tangga bisa mendapatkan barang konsumsi yang cepat pakai dari berbagai macam outlet. Eksperimen ini membuat Tesco mewujudkan toko kecilnya yang mudah dijangkau yang di tempatkan pada daerah yang padat penduduk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s