Posted in Manajemen

Minnesota Mining & Manufacturing Corp: Pengendalian atas strategi yang terdeferensiasi

Minnesota Mining & Manufacturing Corp (3M) didirikan pada tahun 1902. 3M melaporkan pendapatan penjualan sebesar $16,7 miliar pada tahun 2000, sekitar $1,5 miliar berasal dari penjualan produk yang diperkenalkan tahun 2000, pendapatan ini berasal dari enam segmen bisnis 3M, yaitu industrial (pita, amplas, dan perekat); transportasi, grafis dan keselamatan kerja; perawatan kesehatan (termasuk perlengkapan medis dan operasi serta pembungkus popok sekali pakai); konsumen dan perkantoran; listrik dan komunikasi; dan bahan baku khusus.

3M mengidentifikasikan 21 merk lama dan merk baru yang strategis. Beberapa mereknya yang terkenal antara lain pita perekat Scotch®, produk pembersih Scotch-Brite®, dan kertas memo tempel Post-It®. Bahkan ada cerita menarik pada awal penciptaan Post-It®, produk tersebut berawal dari penciptaan lem super tetapi ternyata lem super yang diproduksi kurang kuat, secara tak disengaja lem tersebut menempel pada kertas, dan kemudian digunakan oleh para pegawai kantor untuk menempel memo-memo di meja kerja, melihat hal tersebut perusahaan kemudian memunculkan Post-It®. Merek-merek baru meliputi penguat tampilan Vikuiti™, solusi jaringan serat optik Volition™, bahan perekat Command™, dan produk P3K Nexcare™. Lebih dari 75.000 karyawan 3M yang bekerja untuk menghasilkan lebih dari 500 produk baru setiap tahun.

3M telah melembagakan budaya perusahaan yang mengembangkan kewirausahaan. Perusahaan menerapkan struktur organisasi vertikal, dengan bisnis dibentuk berdasarkan teknologi dan pasar. Dalam survei tahunan majalah Fortune terhadap ”America’s Most Admired Corporation”, 3M masuk dalam peringkat 10 besar selama 10 tahun dalam kurun waktu 15 tahun terakhir; dengan hanya 3 perusahaan lain yang dapat menandingi 3M. Selain itu 3M juga masuk dalam peringkat tiga besar versi majalah Fortune untuk inovasi produk yang lebih sering dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lain kecuali Rubbermaid. Pada Tahun 1995 3M memperoleh penghargaan National Medal of Technology®, penghargaan tertinggi dari pemerintah Amerika Serikat untuk inovasi.

Pada awal sejarahnya, pendiri dan CEO William L. McKnight, yang dikenal sebagai ”pendiri spiritual” perusahaan, memperkenalkan kebijakan dan filosofi yang dianggap bertanggung jawab atas kemampuan 3M untuk melakukan inovasi secara konsisten. Manajemen saat ini terus menerima dan memperluas kebijakan dan filosofi tersebut, karena percaya bahwa inovasi merupakan tonggak kesuksesan masa depan 3M.

Berikut berbagai kebijakan dan filosofi yang dianut oleh 3M:

1. Opsi 15%. Karyawan memiliki opsi untuk menggunakan 15% dari waktu kerja mereka dalam seminggu, untuk melakukakn proyek individual pilihan mereka sendiri.

2. Peraturan 30%. 30% dari pendapatan unit bisnis berasal dari berbagai produk yang diperkenalkan dalam jangka waktu empat tahun terakhir. Bonus unit bisnis didasarkan pada seberapa sukses setiap manajer mencapai cita-cita ini.

3.  Jenjang karir dua tangga. Yaitu tangga teknik dan tangga manajemen, keduanya memberikan peluang yang sama, sehingga memungkinkan karyawan untuk tetap fokus pada minat penelitian dan profesional mereka.

4.  Modal awal. Pencipta produk biasanya meminta modal awal dari manajer unit bisnis mereka untuk mengembangkan gagasan produk baru. Jika manajer tersebut menolak untuk mendanai, maka pencipta produk dapat mengajukan gagasan ke unit bisnis lain dalam 3M.

5.  Toleransi terhadap kegagalan. Jika usaha baru tidak berhasil maka anggota tim dijamin akan memperoleh kembali pekerjaan mereka sebelumnya.

6. Penghargaan atas keberhasilan. Ketika usaha baru tersebut mencapai target pendapatan tertentu, para anggota tim akan memperoleh kenaikan gaji, promosi dan pengakuan.

7. Pengeluaran Litbang. 3M mengeluarkan 6-7% dari penjualan untuk penelitian dan pengembangan dan secara konsisten telah meningkatkan pengeluaran litbang selama dua dekade terakhir.

8.  Penelitian tiga tingkat. Laboratorium tingkat bisnis: fokus pada pasar tertentu, dengan produk jangka pendek; Laboratorium sektor: fokus pada penerapan dengan horizon waktu 3-10 tahun untuk umur hidup produk; Laboratorium korporat: fokus pada penelitian dasar dengan horizon waktu sampai 20 tahun.

9.  Forum teknologi. 3M mendukung forum formal dan informal untuk membagi pengetahuan. Ilmuwan dari laboratorium yang berbeda merupakan bagian dari Dewan Teknik, yang bertemu secara periodik untuk membahas kemajuan dari proyek teknologi.

10. Kontak pelanggan. Ilmuwan bertemu secara teratur dengan pelanggan untuk mempelajari bagaimana mereka menggunakan produk 3M.

Berdasarkan paparan strategi 3M diatas, secara umum strategi yang diterapkan sudah baik, sesuai dengan budaya yang ada di masyarakat. Turn over karyawan perusahaan menjadi tinggi dengan adanya jenjang karir dua tangga, adanya kenaikan jabatan dan banyaknya kesempatan yang bisa diraih karyawan. Selain itu, karyawan seperti membuat perusahaan sendiri tetapi karyawan tetap mempunyai penghasilan tetap (fix income).

Perkembangan hingga tahun 2005, pengeluaran bagian litbang dari 3M mencapai $5000 milyar, 20% income yang diperoleh dari 3M berasal dari produk-produk baru. 3M adalah contoh sebuah perusahaan yang secara sukses menggabungkan dua strategi secara bersamaan yaitu ”membangun” dan ”memanen”.

William McKnight berpendapat, jika pegawai tumbuh pengetahuannya, maka perusahaannya juga akan mengalami pertumbuhan. McKnight mendelegasikan tanggung jawab dan memberi keberanian kepada orang-orang, agar hal tersebut dapat melatih inisiatif mereka.